Un blog d'une rêveur, écrivain sceptique, randonnée adolescent, impuissant romantique, mélancolique sanguin, et décorer l'artiste dans la fabrication.

 

Sebuah Doa.

Untukmu yang tubuhnya letih dari keseharian yang penuh beban, dan yang hatinya rindu bagi kehidupan yang utuh, katakanlah.

“Tuhanku, Engkau sedemikian pengasih sehingga aku tak mungkin Kau telantarkan. KekasihMu yang kecil ini memang agak nakal. Belum ikhlas meninggalkan kesenangan yang tak penting, masih mempertahankan ketergantungan yang tak sehat, dan suka menunda tapi tak sabar menuntut rezeki. Aku mohon Engkau menguatkan ketegasanku untuk bersegera mendahulukan yang baik bagiku, dan menjauhi yang hanya menyulitkan hidupku. Agar aku pantas bagi pagi yang sehat dan segar, bagi siang yang sibuk dengan rezeki yang baik, dan bagi malam yang damai bersama keluarga yang menentramkan dan memuliakanMu. Amin.”

-Mario Teguh-